|

Opening Nyantri Kilat 3.0, Gus Hilmy: Bulan Ramadan Jangan Hanya Digunakan untuk Puasa

Diupload pada: Rabu, 6 September 2023

Nyantrikilat.com – Pengasuh Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak Yogyakarta KH Hilmy Muhammad menyampaikan kesempatann bulan Ramadan jangan hanya digunakan untuk sekedar menunaikan ibadah puasa.

“Bulan Ramadhan tidak sekedar bulan puasa, penuh dengan ibadah, puasa tentu saja, tetapi ada banyak ibadah lain yang kebetulan banyak dilakukan di bulan Ramadhan,” kata Gus Hilmy dalam pembukaan Nyantri Kilat 3.0, Kamis malam, (23/03).

Gus Hilmy menegaskan terdapat banyak ibadah lain yang mempunyai keutamaan di bulan Ramadhan, seperti itikaf, sedekah, belajar dan mengaji.

“Ayat pertama itu Iqra`, bacalah. Tapi artinya tidak hanya membaca, melainkan juga belajar,” jelas kiai alumni Sudan tersebut.

Perihal membaca, Gus Hilmy menjelaskan bahwa membaca tidak hanya dari kitab yang tertulis, fenomena sosial pun juga perlu kita baca.

“Membaca tidak hanya kitab yang tertulis, termasuk kitab-kitab yang tidak tertulis termasuk fenomena alam, artinya kita disuruh untuk mau belajar, khsusunya lagi membaca Al-Qur`an,” ujar Gus Hilmy.

Membaca Al-Qur`an, lanjut dia, itu ibadah yang baik sekali. Tetapi ibadah yang lebih afdhol itu membaca dan mengkaji isi kandungan Al-Qur`an dengan cara mempelajari ajaran-ajaran yang terkandung dalam Al-Qur`an.

Selain itu, menurut Gus Hilmy, nilai ibadah orang yang mengaji itu berbeda dengan nilai ibadah orang yang tidak mengaji.

“Kecintaan pada ajaran, yang dengan itu menambah kualitas dalam diri kita, bukan soal kualitas ibadah puasa belaka, tetapi ibadah apa saja,” terang kiai yang juga Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia itu.

“Puasanya orang yang ngaji itu berbeda dengan puasanya orang yang tidak ngaji. Puasa itu tidak hanya menahan diri dari haus saja, tapi menahan diri dari perilaku buruk, ngerasani, membully, caci maki, dan lain-lain,” jelasnya.

Nyantri Kilat sendiri, menurut Gus Hilmy merupakan program terobosan cerdas yang mencoba menguniversalkan persoalan-persoalan mengaji.

“Sesuatu yang menjadi alternatif kita semua untuk mengaji dan ini suatu hal yang membanggakan,” kata Gus Hilmy menandaskan.

Pembukaan Nyantri Kilat 3.0 ini dihadiri pula oleh Gus Rifqil Muslim dari Kendal, Ibu Nyai Hj Nurul Azizah dari Wonosobo dan seluruh peserta Nyantri Kilat yang berjumlah 100 santri beserta dewan asaatidz.